Perencanaan Kontruksi Gedung Bertingkat

Posted: January 23, 2012 in My Study

Berusaha mengisi blog yang sangat saya cintai ini kembali.

Dalam tulisan kali ini, saya akan membahas sedikit tentang pengantar mata kuliah Perencanaan Konstruksi Gedung Bertingkat yang mau gak mau harus diambil untuk lulus semester 8 jurusan teknik sipil.

Mata kuliah ini cukup menarik, sebab dalam mata kuliah ini mahasiswa diminta untuk merencanakan gedung bertingkat secara detail, sehingga kalo udah lulus nanti dan terdampar di pulau terkecil. Si mahasiswa kurang beruntung itu bisa merancang sebuah gedung sendiri, yang membuat kalo ujan ada tarzan wanita di pulau itu buat neduh,lalu kenalan terus kawin dah, terus punya anak banyak dan bahagia selamanya. Dibandingin kalo mahasiswa tersebut bukan jurusan teknik sipil yang tidak mempelajari perencanaan konstruksi gedung bertingkat, ceritanya bakal beda, jadi ada mahasiswa terdampar, lalu ujan deres, lalu cari tempat neduh, eh nemu perkampungan primitif, terus dia numpang neduh, kagak taunya itu tempat suku kanibal, terus dia dimakan dah, oleh sebab itu penting sekali mempelajari mata kuliah yang satu ini.

Dalam kuliah ini, ada 2 kitab yang harus dibawa untuk bertahan didalam kelas, yakni prosedur dan ketentuan umum perancangan gedung a.k.a SNI 03-1726-2002 buat gempa. Ama peraturan pembebanan Indonesia untuk gedung taon 1983.

Diperlukan juta SNI untuk baja dan beton, namun tidak terlalu dibutuhkan, sebab kita mengambil garis besar dalam proses konstruksi ajah, bukannyGambara detail, lagian kan mahasiswa teknik sipil semester 8 itu pasti udah belajar konstruksi beton dan baja.

Secara awam. Gedung itu dibuat harus memenuhi persyaratan, diantaranya tuh ketahanan suatu gedung yang kita desain  terhadap gempa. Dan gempa rencana yang ditetapkan mempunyai periode ulang 500 tahun sekali sehingga probabilitas gedung yang mempunyai umur rencana selama 50 tahun itu sebesar 10%. Binggung tak? Gini loh, orang orang yang mengaku sebagai peneliti menyatakan bahwa dalam kira-kira waktu 500 tahun siklus gempa akan terulang kembali, misalkan pada 1967 ada gempa besar di brazil. Nah, para peneliti dan ilmuan itu berfikir bahwa kira-kira pada tahun 2467 bakal ada gempa yang sama di brazil itu. Nah, bangunan kan punya umur rencana. Itu loh waktu perkiraan dimana bangunan tersebut masih layak untuk digunakan seperti fungsi pertamanya pada saat pembangunan bangunan tersebut. Rata-rata umur rencana gedung itu 50 tahun, nah karena siklus gempa itu 500 tahun, maka 50 tahun itu sebesar 10% nya, dan kemungkinan terjadi gempa pada umur usia itu Cuma 10% kan? Nah dan pengaruh gempa rencana ini harus dikalikan faktor keutamaan gedung juga, yang diatu di sni 03-1726-2002 pasal 4.1.2

Dan gedung itu dibagi menjadi 2 berdasarkan bentuknya.nih sebagai berikut:

  1. Gedung beraturan

Merupakan gedung yang memiliki struktur yang tidak memiliki tinggi lebih dari 40 meter atau 10 lantai, denah struktur adalah persegi panjang, tanpa tonjolan (kantilever kali yeh) nah, walaupun ada tonjolan itu panjangnya gak lebih dari 25% dari ukuran terbesar denah struktur gedung dalam arah tonjolan tersebut. Denah strukturnya kagak menunjukan coakan sudut yang lebih dari 15% dari ukuran terbesar denah struktur gedung dalam arah sisi coakan tersebut. Dan ciri-ciri laennya ada di SNI 1726 itu pasal 4.2.1 dan intinya beruntunglah anda yang menghitung gedung ini, sebab gedung ini dapat dihitung dengan cara statis yang tak serumit perhitungan dinamis.

  1. Gedung tak beraturan

Seperti namanya, intinya kagak beraturan dah tuh gedung. Kalo mau detailnya tambahkanlah kata tidak pada penjelasan gedung beraturan🙂 . dan dalam perhitungannya memerlukan perhitungan dinamis. Namun dalam perhitungan dinamis itu, kita membutuhkan perhitungan statis pula yang diperlukan sebagai kontrol atas perhitungan perencanaan gedung tersebut.

Oke dah, cape dah ngetiknya, pokoknya dalam mata kuliah ini kita bahas kagak jauh-jauh dari struktur lah, cintailah struktur, maka struktur akan sangat mencintaimu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s